MGMP Bindo Gelar Workshop Sastra
Editor: Aldi Muheldi
JAMBI – Musyawarah Guru Mata Pelajaran bahasa Indonesia (MGMP Bindo) Tanjabtim, kemarin menggelar workshop sastra dengan materi penulisan puisi, cerpen, dan baca puisi di ruang laboratorium SMA 2 Tanjabtim dengan narasumber sastrawan Jambi, EM Yogiswara.
Menurut Ketua MGMP Bindo Tanjabtim, Firmansyah, SPd, kegiatan workshop sastra dengan peserta guru dan siswa se Tanjabtim, diharapkan agar ada perubahan bagi siswa dalam soal teknisk penulisan karya sastra dan baca puisi. ‘’Kami berharap usai workshop sastra siswa Tanjabtim mampu membawa nama Provinsi Jambi di kancahdalam agar setiap event lomba sastra, ’ ’ imbuhnya.
Sementara Kepala SMA 2 Tanjabtim, Fatmawati, S.P., MPd, mengatakan pihaknya selalu membuka ruang bagi semua MGMP untuk mengadakan kegiatan di sekolahnya. ‘ ’Atas nama MKKS se Tanjabtim, kami selalu menunjang kegiatan psositi dan guru. Lagi pula workshop sastra ini mengasah kemampuan menulis siswa dan guru. Pembelajaran sastra diharapkan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada praktik kreatif agar siswa mampu menulis karya sastra yang berkualitas, ’ ’ sebut Fatmawati.
Sementara narasumber workshop sastra, EM Yogiswara, memaparkan materi menulis puisi, dan prosa, dan teknik baca puisi. Dua bentuk utama karya sastra puisi dan prosa, memiliki gaya penulisan, struktur, dan unsur pembangun yang berbeda, namun sama-sama bertujuan menyampaikan pesan dan keindahan bahasa kepada pembaca.
Selain itu, EM Yogiswara juga menjelaskan pengertian dan cara penulisan puisi, cara penulisan cerpen. Dan mendeskripsikan unsur intrinsik, ekstrinsik, serta struktur pembangun karya sastra. ‘ ’Ciri utama puisi terletak pada pilihan kata (diksi), irama, rima, citraan, dan majas. Langkah-langkah menulis puisi, diantaranya menentukan tema, judul, menyusun larik dan bait serta menggunakan gaya bahasa (majas metafora, personifikasi, hiperbola. Untuk prosa, say memberikan materi tentan menentukan ide cerita, membuat tokoh dan penokohan. Menentukan alur (plot), latar (tempat, waktu, suasana), konflik dan klimaks, dan
membuka dan menutup dengan penyelesaian cerita. Puisi dan cerpen merupakan dua bentuk karya sastra yang sama-sama bertujuan menyampaikan pesan dan keindahan melalui bahasa ’ ’ tandasnya. (*)

