MENJAGA AIR DAN MENJAGA KEHIDUPAN MANUSIA FILM MANTAGI AIR DAN MANUSIA
Tina Ayu Lestari adalah siswi kelas XII Fase F3 di SMA Negeri 2 Kota Jambi yang memiliki hobi menari, membaca, dan menggambar. Sebagai anak sulung dari tiga bersaudara, ia bersama keluarganya telah menetap di Jambi sejak usianya lima tahun. Saat ini, ia tengah giat belajar demi mewujudkan impiannya melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Jambi.
Identitas film:
Judul Film: Mantagi Air dan Manusia
Sutradara & Produser: Taufik Hidayat Rusti dan Ardly ma’ruf sebagai sinematografer
Durasi: +120 menit
Tempat/ Latar:
Muara jambi
Sabak
Merangin Kerinci
Danau Gunung 7 Kerinci
Lubuk Nagodang
Desa Air Batu
Komplek Percandian
Genre: Fiksi panjang film dengan konsep antologi
Lembaga Pengembang: LPDP Dana Indonesia dan Kementerian Kebudayaan melalui penerima hibah Komunitas Muaro Jambi Dokumenter yang berkolaborasi dengan Gena Film
Aktor: Ide Bagus Putra, Husni Thamrin, Azhar MJ, Didi Hariadi, Ahmad Bayu Suwarnadwipa, dan aktor lainnya.
Sinopsis
Mantagi: Air dan Manusia merajut lima cerita pendek yang berlatar di lima wilayah berbeda di Provinsi Jambi, yaitu Kerinci, Merangin, Muaro Jambi, Kota Jambi, dan Tanjung Jabung Timur. Mantagi Film Air dan Manusia mengangkat isu mengenai pentingnya menjaga kelestarian air sebagai sumber kehidupan masyarakat Jambi. Berbagai aktivitas manusia, seperti pencemaran sungai akibat limbah rumah tangga dan sebagainya, yang digambarkan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. Film ini juga memperlihatkan hubungan masyarakat Jambi dengan alam melalui tradisi, kebiasaan, dan nilai-nilai kearifan lokal. Film ini juga menyampaikan bahwa kerusakan lingkungan tidak hanya berdampak terhadap alam, tetapi juga dapat mengancam kehidupan, budaya, dan masa depan masyarakat.
Film Mantagi Air dan Manusia merupakan film dengan konsep antologi yang mengangkat hubungan manusia dengan air sebagai film yang menceritakan kehidupan. Film ini tidak hanya menyajikan kisah fiksi, tetapi juga memperlihatkan berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di Provinsi Jambi. Kita diajak memahami bahwa kerusakan alam dapat terjadi akibat keserakahan manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam. Film Mantagi Air dan Manusia terdiri atas empat babak cerita yang berbeda, tetapi saling terhubung melalui kemunculan tokoh misterius bernama Mr. X.
Babak 1(Kakek yang Kesepian)
Cerita ini mengisahkan seorang anak yatim piatu yang diasuh oleh kakeknya. Kehidupan mereka sangat bergantung pada sungai sebagai sumber air bersih. Konflik: Air sungai yang biasa mereka ambil menjadi tercemar karena air pam warga tidak hidup selama 2 hari, yang akhirnya menyebabkan warga melakukan aktivitas di sungai dan membuat mereka susah mengambil air bersih. Lalu kakeknya menegur Kasih karena mengajak warga ke sungai dan menyuruh warga untuk menggunakan air sungai tersebut. Setelah pertengkaran itu, Kasih kabur dari rumah dalam keadaan tersebut. Mr. X hadir secara misterius dan memberikan pertolongan air bersih kepada kakek.
Babak 2(Menggali kuburan massal merangin)
Menceritakan seorang sopir mengantar air bersih,bertemu Pak Jamal, lalu mobil mendadak mogok,lalu Pak Jamal pergi masuk ke hutan yang ternyata Pak Jamal sedang mengantre air bersih. tanpa bilang apapun supir meninggalkannya.
Anaknya melihat bapaknya sambil membicarakan bekal yg mau di bawa tiba tiba bapaknya hilang dan sudah berada di tengah” sungai. Pak Jamal memiliki banyak hutang. Saat itu pun Mr.X muncul secara tiba tiba melihat kejadian tersebut menceritakan seperti sungai itu pernah menjadi saksi banyaknya korban yang menghilang dalam sungai.
Babak 3 (Air mata suci)
Perkataan Badrul membuat kawannya atau Hasan menjadi batu akibat perkataan bahwa kawannya terdiam seperti batu. Akhirnya, perkataan itu pun berubah menjadi kutukan. Untuk itu, Badrul dan temannya mencari cawan emas telago di bawah pancingan emas (Datuk Gondang). Saat ia menyesali perbuatannya, Badrul melihat ada cawan yang berkilau. Ia segera mengambil dan mengisi dengan air, lalu menuangkannya pada tubuh Hasan yang telah menjadi batu. Babak ini menceritakan bahwa kita harus menjaga omongan di mana pun.
Babak 4 (Berjudul Harapan Terakhir)
Cerita ini berkisah tentang seorang pria yang kehilangan keluarganya hingga mengalami gangguan kejiwaan. Setelah melalui berbagai penderitaan, ia akhirnya memperoleh kesempatan untuk memulai kehidupan baru. Sosok Mr. X kembali muncul sebagai penolong yang hadir pada saat-saat penting dalam kehidupannya.
Penutup
Pada akhir film, terungkap bahwa Mr. X adalah seorang saksi bagi kehidupan masyarakat jambi disekitarnya.la juga merupakan sosok yang selalu membantu orang lain pada saat-saat paling penting dalam kehidupan masyarakat Kehadirannya menjadi pesan bahwa satu masalh alam juga menjadi dampak negatif bagi masyarakat, dan terdapat adat kerinci yaitu turun mandi kesungai untuk anak yang baru lahir.
Isu yang diangkat sangat krusial bagi generasi muda Jambi saat ini. Di tengah ancaman pencemaran Sungai Batanghari akibat aktivitas ilegal dan modernisasi, film ini menjadi cermin reflektif bahwa menyelamatkan air berarti menyelamatkan identitas dan peradaban Melayu Jambi. Film ini memiliki relevansi yang kuat bagi generasi muda karena persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Air merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia sehingga kerusakan dan pencemaran sumber air dapat memberikan dampak terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Melalui film ini, generasi muda dapat memahami bahwa menjaga lingkungan tidak harus dimulai dari tindakan besar. Kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan sungai, tidak membuang sampah sembarangan, menggunakan air secara bijaksana, serta memiliki kepedulian terhadap kondisi lingkungan merupakan langkah yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda juga diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan dan menyadari lingkungannya
Keunikan film ini terletak pada konsep antologi. Setiap babak memiliki cerita dan konflik yang berbeda, tetapi tetap memiliki hubungan melalui sosok Mr. X. Dengan konsep tersebut, penonton dapat menemukan pesan dan kesan saat menonton film yang berbeda dalam setiap cerita sekaligus melihat keterkaitan antara manusia, alam, dan kehidupan. Kekuatan utama film ini terletak pada sinematografinya yang memukau, berhasil menangkap keindahan sekaligus seluruh alam Jambi dengan sangat puitis.
Konsep antologi pada film mantagi juga menjadi daya tarik tersendiri karena membuat film memiliki beberapa cerita dengan konflik yang beragam. Kehadiran Mr. X sebagai tokoh penghubung membuat keempat cerita tersebut tetap memiliki keterkaitan. Selain itu, musik dan suasana yang dibangun dalam film mampu mendukung emosi cerita. Perpaduan antara visual alam, akting pemain, dan musik membuat pesan mengenai hubungan manusia dengan lingkungan dapat tersampaikan dengan lebih kuat.
Dengan cerita yang ditampilkan bahwa film yang kita tonton bertujuan mengajak kita agar kita lebih peduli dan sadar akan lingkungan sekitar kita dari hal kecil maupun sampai hal besar karena, sekecil apapun yang kita abaikan akan berdampak besar bagi seluruh masyarakat tanpa kita sadari maka film ini diangkat agar kita bisa tetap melestarikan alam kita salah satunya daerah jambi yang saat ini kita tinggali dan menyadarkan kita sebagai generasi muda seterusnya tentang kepedulian lingkungan walaupun mulai dari hal sekecil apapun itu dikarenakan alam adalah tanggung jawab kita bersama. Mantagi Air dan Manusia merupakan film yang tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya sumber air, sekaligus memperkenalkan budaya lokal Jambi dan adat adat yang ada di Jambi. Melalui empat kisah yang berbeda, film ini berhasil menunjukkan berbagai permasalahan yang muncul akibat kerusakan lingkungan dan keserakahan manusia. Di sisi lain, film juga memperlihatkan nilai kemanusiaan berupa kepedulian, keikhlasan, harapan, dan rasa tanggung jawab.

