DnD Jambi: Ketika Dunia Fantasi Tak Lagi Hanya Ada di Dalam Buku dan Film
Bagi sebagian orang, dunia fantasi hanya bisa dinikmati melalui novel, film, anime, atau video game. Namun, bagi anggota DnD Jambi, dunia tersebut tidak sekadar ditonton atau dibaca. Mereka justru menjadi bagian dari cerita, menciptakan karakter sendiri, menentukan pilihan, hingga menjalani petualangan yang dibangun bersama melalui permainan Tabletop Roleplaying Game (TTRPG), khususnya Dungeons & Dragons (D&D).
DnD Jambi merupakan komunitas yang menjadi wadah bagi para pencinta D&D sekaligus siapa saja yang menyukai dunia fantasi. Selain bermain, komunitas ini juga menjadi tempat berkumpul untuk berdiskusi mengenai buku, film, hingga berbagai budaya pop bertema fantasi yang menjadi inspirasi dalam permainan.
Komunitas ini resmi berdiri pada 14 Februari 2026. Awalnya, DnD Jambi berangkat dari pengalaman sang pendiri yang selama ini hanya bermain Dungeons & Dragons secara daring. Melihat kota-kota lain telah memiliki komunitas yang rutin bermain secara tatap muka, ia pun terdorong untuk menghadirkan pengalaman serupa di Jambi.
“Saya sering main D&D online. Setelah melihat di media sosial, ternyata di kota-kota lain sudah ada komunitas yang bermain secara tatap muka. Dari situ muncul keinginan untuk membentuk komunitas serupa di Jambi,” ujar Kaka, moderator utama DnD Jambi.
Sebelum dikenal dengan nama DnD Jambi, komunitas ini sempat menggunakan nama DND Malam Senin. Seiring berjalannya waktu, sesi permainan pertama berhasil menarik minat banyak orang hingga komunitas tersebut terus berkembang dan semakin dikenal.
Bermain Menjadi Siapa Saja
Banyak orang mengira Dungeons & Dragons hanyalah permainan papan dengan aturan yang rumit. Padahal, konsep permainan ini jauh lebih luas.
Menurut Kaka, cara paling sederhana untuk memahami D&D adalah membayangkan diri sendiri masuk ke sebuah dunia fantasi dan hidup sebagai karakter yang diciptakan sendiri.
“Kalau buat yang suka anime, mungkin lebih gampang dibayangkan seperti masuk ke dunia isekai dan kita menjadi karakter utamanya,” jelasnya.
Dalam setiap permainan, pemain menciptakan karakter lengkap dengan latar belakang, kemampuan, hingga tujuan hidupnya. Selanjutnya mereka akan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari melawan monster, memecahkan misteri, bernegosiasi dengan tokoh lain, hingga membuat keputusan yang akan menentukan arah cerita. Tidak ada alur yang benar-benar kaku karena setiap tindakan pemain dapat mengubah jalannya petualangan.
Dungeon Master, Pengendali Dunia Fantasi
Di balik setiap petualangan terdapat sosok yang disebut Dungeon Master (DM). Perannya sangat penting karena bertugas membangun dunia permainan, memandu alur cerita, memerankan karakter non-pemain (NPC), mengendalikan musuh, sekaligus menjadi penengah apabila muncul persoalan mengenai aturan permainan.
Dengan adanya Dungeon Master, pemain baru tidak perlu khawatir jika belum memahami seluruh mekanisme permainan.
“Menjelaskan aturan itu tugas Dungeon Master,” kata Kaka.
Sebelum permainan dimulai, anggota baru biasanya mengikuti Session 0, yaitu sesi pengenalan yang berisi penjelasan dasar mengenai penggunaan dadu, proses membuat karakter, hingga aturan-aturan penting yang akan digunakan selama permainan berlangsung.
Siapa Pun Bisa Ikut Bermain
Salah satu anggapan yang paling sering muncul adalah Dungeons & Dragons hanya cocok dimainkan oleh orang yang pandai berakting atau memiliki pengalaman bermain game fantasi. Menurut DnD Jambi, anggapan tersebut tidak benar.
Memang terdapat unsur roleplay atau memainkan karakter, tetapi pemain bebas menentukan seberapa jauh mereka ingin memerankan tokohnya.
“Kalau tidak roleplay juga tidak apa-apa,” ujar Kaka.
Bahkan, seseorang yang belum pernah memainkan game fantasi sama sekali tetap bisa bergabung. Persiapannya pun sangat sederhana. Tidak ada perlengkapan khusus yang wajib dibawa. Cukup datang dengan pakaian yang sopan, membawa telepon genggam bila diperlukan, dan tentunya dalam keadaan sudah makan agar dapat menikmati sesi permainan yang berlangsung selama beberapa jam.
Durasi permainan sendiri bergantung pada jenis petualangannya. Sesi one-shot biasanya selesai dalam waktu empat hingga lima jam, sedangkan short campaign dapat berlangsung selama dua hingga empat sesi. Untuk long campaign, petualangan bahkan bisa berlanjut hingga puluhan sesi dengan cerita yang terus berkembang.
Menghapus Stigma, Membangun Komunitas
Meski respons masyarakat sejauh ini cukup positif, DnD Jambi masih menghadapi tantangan dalam memperkenalkan budaya TTRPG kepada masyarakat luas. Kaka menilai minimnya media yang mengenalkan budaya pop menjadi salah satu penyebab permainan ini belum banyak dikenal di Jambi.
Selain itu, mereka juga masih sering menemui stigma bahwa Dungeons & Dragons hanyalah “game buat wibu”. Padahal, permainan ini terbuka untuk siapa saja, tanpa memandang latar belakang ataupun hobi sebelumnya. Yang dibutuhkan hanyalah imajinasi, rasa ingin tahu, dan kemauan untuk menikmati cerita bersama.
Ke depan, DnD Jambi ingin memperluas awareness masyarakat mengenai TTRPG dan menjadikan komunitas ini sebagai wadah bagi warga Jambi yang ingin mencoba pengalaman bermain Dungeons & Dragons secara langsung.
“Sangat terbuka. Yok gabung, yok,” ajak Kaka.
Bagi siapa pun yang penasaran ingin menjadi penyihir, ksatria, pencuri, pemburu naga, atau karakter unik hasil imajinasinya sendiri, DnD Jambi membuka pintu selebar-lebarnya. Sebab, Dungeons & Dragons bukan sekadar permainan, melainkan ruang untuk bercerita, berkolaborasi, dan menjadi siapa pun yang diinginkan. Seperti pesan yang mereka sampaikan, “D&D bisa menjadi tempat di mana kamu bisa menjadi apa pun. Yuk, main bareng kami di Instagram @dnd_jambi.”

