Puisi-Puisi Rena Yuliani
KOTAK AMAL
Itu hanya sebuah kotak.
Namun seolah menyimpan beban.
Amal,
karena surga adalah balasan.
Apabila tidak mengasihi,
riuh itu ingin menggerogoti.
Apabila mengasihi,
riuh itu ingin mendekati.
Itu hanya sebuah kotak.
Namun seolah hidup diambang batas.
KASIHKU
Engkau yang tidak aku ketahui namamu. Kumohon datanglah dan berikan aku sejumput embun pada nada. Jikalau ragamu tak sampai ku jamah, serahkanlah naunganmu dalam pautan smaraku. Jikalau pula naunganmu masih enggan ku jamah, biarlah arummu yang akan ku genggam. Harus berapa lama lagi aku menanti ketibaanmu, kasihku. Harus berapa banyak waktu yang akan kuhabiskan lagi hanya untuk menanti karunaku.
Relakah Tuhan menghadiahkan arummu padaku? Guna melegakan smaraku? Lelah kala aku membayangkan bila kita bertemu. Betapa gembiranya aku tatkala dapat meraih pautanmu dan merelakan aham untuk kau cumbati. Kepada kasihku yang aku dambakan. Mintalah pembolehan Tuhan guna kita bersua dikemudian hari. Dan haturkanlah kamamu padaku dengan sarat asih.
BATAS SUCI
Di antara batas dan suci,
aku terduduk menengadah.
Menatap bayang takdir yang asing,
seolah memohon belas-Mu yang luruh.
Meringkuk, merintih, meromok.
Memekik, meraih, meronggok.
Ampuni aku, ampunilah aku.
Tolong, Tuhan … tolong.

