Puisi-Puisi Anya Azzahra Arkania
Aksara yang Abadi
Selalu kucari alasan agar aku membencimu
Di Setiap sela-sela kesempurnaan
Namun yang kutemukan,
bukanlah alasan agar aku membencimu
Melainkan berjuta alasan aku mencintaimu
Kau dan segalamu
Adalah semua anganku yang berwujud dirimu
Segala lakumu, segala ucapanmu
Membuatku merasa jauh darimu
Untuk dirimu,
Izinkanlah diriku yang penuh angan ini
Mengabadikanmu dalam rangkaian aksara
Agar aku merasa dekat denganmu
Dalam anyaman aksara yang aku buat
Senang bisa mengenalmu
Dalam perjalanan yang panjang dan sering melelahkan,
hadirmu menjadi jeda yang tak pernah ku tunggu
Suaramu yang lembut dan nasehatmu yang menenangkan,
membuat langkahku menjadi lebih ringan
Meskipun tujuan tidak pernah kita sepakati
Dirimu membuatku belajar,
Bahwa satu pertemuan bisa mengubah alur perjalanan
Meskipun kamu tidak bergabung dalam perjalanan
Aku
Aku titipkan kata-kata ini kepada angin
Agar kamu tau apa aku ini.
Aku adalah garam yang ingin menjadi gula
Aku adalah merah yang ingin menjadi biru
Aku adalah aku yang ingin menjadi dia
Aku adalah garam yang tak kamu sukai
Aku adalah merah yang kamu benci
Aku adalah mahakaryamu yang menyerupai dia
Dan aku benci dia.
Membenci Kamu
Apakah aku boleh membencimu?
Kini aku telah menemkuan celah itu
Tetapi, benci ini terasa tidak ada bedanya
Cinta membuatmu bersemayam di hatiku
Sedangkan benci membuatmu menetap di pikiranku.

