Puisi-puisi Adisman Libra
Penulis: Adisman Libra merupakan penulis kelahiran 25 Januari 1997 di Pasaman, Sumatra Barat. Ia menyukai kopi dan puisi . Beberapa karyanya, “Dalam bait-bait sunyi, Suluh Ramadan, Siman dan Guru Tanpa Gelar.” Ia mendamba cinta setia dalam naungan cinta-Nya. Cita-citanya membahagiakan orang tua lewat doa dan segala rindu yang tersimpan di bola mata.
KETIKA CINTA BERLABUH
ini jalan yang kutempuh
bersama kuda-kuda menata langkah
pada langkah satu, cintaku berlabuh
ini jalan yang kutempuh
mengembara dalam ingar-bingar kota
pada langkah dua, aku ingin setia
Padang. 6 September 2025
CINTA ABU-ABU
musim kemarau kian menggebu
cinta menusuk-nusuk di jantungku
yang memompa aliran rindu
setelah sekian purnama
kau mengenakan gaun pengantin
tetapi bersanding dengan lelaki lain
memakai topeng abu-abu
Padang, 6 September 2025
KETIKA CINTA BERSATU
di atas hamparan kaca bening
silau cahaya berhias bunga-bunga
orang-orang tak mengedipkan mata
seperti terkurung dalam istana
di atas hamparan kaca bening
dua potong cinta disatukan
bersatu padu dalam mahligai pernikahan
tiada lagi hari-hari membosankan
Padang, 6 September 2025
BILA KAU INGAT
bila kau ingat sebuah desa
tentu kau ingat tepian mandi
bila kau ingat burung-burung bernyanyi
tentu kau ingat sawah dan ladang para petani
bila kau ingat musim kemarau
tentu kau ingat cara siamang meminta hujan
bila kau ingat sebuah pertanda
tentu kau ingat suara harimau di malam buta
bila kau ingat awal pergi
tentu kau ingat jalan kembali
bila kau ingat akan diri
tentu kau ingat sang pencipta segalanya
Padang, 6 September 2025
KUDA LAUT
kuda laut kehilangan pasangannya
ia lupa memakai baju ragam warna
360 derajat penglihatannya katarak
kuda laut berjalan lambat tetapi pasti
kuda laut hilang timbul, ia tak pandai berenang
tapi cita-citanya terus berjuang
katanya: jangan sakiti lagi ikan-ikan dan karang!
Padang, 6 September 2025

