Puisi-Puisi Salman Al Farisi
Salman Al Farisi adalah seorang mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Menekuni sastra, terutama puisi, sejak SMA dan sempat ditunjuk sebagai ketua redaksi dalam kegiatan jurnalistik di sekolahnya. Tulisannya dimuat di berbagai media. Saat ini berdomisili di Yogyakarta. Ia bisa disapa melalui akun Instagram: @jztcallman.
Pelancong yang Malang
- Di Tj. Priok
Ia mulai mengarungi laut
di matanya sendiri
dan ombak
adalah kelopak
yang membekas jejak-jejak
yang meninggalkan
kenangan sesak
dari pelabuhan yang
karatannya di dasar
telah kuat ditancap
pasak.
Ia menghembuskan
udara beberapa kali
berharap sesampainya
di haluan ia bukan
seperti pelancong
yang malang.
Akhirnya ia terdampar
matanya makin
penuh lautan
sembilu menjadikan
garam ditaburi di atas luka.
Anak-anak Kemarau
Kita memberitahu pada hujan
bahwa tidur kita telah
dicuri anak-anak nakal
yang suka bermain kemarau
di lapangan bola.
Hujan tak berkata
apa-apa. Ia bisu seribu
bahasa. Sebab tidurnya
pun juga dicuri anak-anak
nakal yang suka
bermain kemarau.
Kemarau Bertandang
Kawanan burung kutilang
beterbangan di atas ladang
mematuk dahaga kita
yang setengah matang
dan air tiada sedikit pun
dalam sawah ini
menggenang,
membayangkan musim ketiga
raib dalam awan-awan
yang terbentang.
Sungguh, adakah
di sela bebatuan kau sembunyikan
hujan? Atau adakah
padamu
serinai saja gerimis?
Kemarau mau lebih lama
lagi bertandang
ke langit-langit kita
ke igau mimpi kita.
Kawanan burung kutilang
kian ganas mematuk
keroncongan punya kita
sampai kita sekarat.
Entah kapan.

