Puisi-Puisi Aris Setiyanto
Kepalamu di Pagar
buat Soni Wibisono
saat aku rindu,
Tuhan kabulakan doa-doa
yang bahkan belum utara
kepalamu di pagar sore ini, Bapak
sedang badanmu mengangkut meja,
puluhan kursi dan keranda
aku ingin selalu melihat diorama itu
kau kembali ke candi
meski tak jadi bapakku lagi.
Temanggung, 12 Juli 2026
Terbangun di Jam Ini
muratal qur’an,
aku membeku serupa Jawa
tetiba aku mendengar pula terjemahannya
bahwa Tuhan tidak diam
Ia bermukim di dalam batin
bagitu dekat, begitu erat
kita, yang enggan menjamah-Nya.
Temanggung, 12 Juli 2026
Sajak Penerima Tamu
buat Koh Yus
aku rindu tanggal merah
ingin bebas dari ancaman
para debt collector itu kini memelototiku
seakan aku pun berhutang
sedang kau mengembara entah kemana
sedang istirmu tak mau tahu hidup-matimu
sedang anak-anakmu masih di atas awan
kepalaku akan pecah, menerima orang-orang itu.
Temanggung, 12 Juli 2026
Tubuhmu di Depanku
buat S.B.
apa yang diimpikan ingatan
tubuhmu bunga yang mati sebelum mekar
wajahmu pun renta
serupa usia jalang di jalan
semoga detik menempatkan tubuhmu
di ruang-ruang pengangkatan
agar seperti anak pertama,
kau berkendara lebih lama.
Temanggung, 12 Juli 2026
Terlahir Sebagai Penyair
Tuhan yang baik,
adalah Yang Memberikan Kesukaran Hidup
lalu mempertemukan aku dengan
keindahan
dan aku menuliskannya
Ia ciptakan seseorang yang banyak hutang,
tapi enggan membayar dan kabur
wanita tua yang kesepian
mengundang lelaki paruh baya ke puri miliknya
wanita yang pindah agama
dan menyesal setelah punya anak tiga
bapak yang tampan
tapi berbadan renggang
dan bersuara luar biasa
ibu yang hanya bisa menuntut anak-anaknya,
semustinya ia tuntut suaminya yang tidak bekerja
dengan surat gugatan.
Temanggung, 12 Juli 2026

