Puisi-puisi Syifa Raya Rahmandhani
Tetap Bertahan
Aku pernah merasa tak berdaya
ketika kenyataan datang begitu saja
mengubah hidupku
yang selama ini kupikir sudah jelas arahannya
Ada bagian dalam diriku
yang tak sama seperti mereka
yang membuatku menunduk
pada hari-hari tertentu.
Tapi aku masih bertahan
meski kadang gemetar
meski kadang hancur
aku tak berhenti menata ulang diriku
sedikit demi sedikit
Suatu hari nanti,
aku ingin menengok ke belakang
dan berkata kepada diriku sendiri:
ternyata aku bisa sejauh ini.
Takdir yang Kupeluk Pelan
Tuhan menuliskan garis hidupku
dengan cara yang tak kusangka
Awalnya kupikir
aku ditinggalkan oleh keajaiban
dibiarkan berbeda
dibiarkan kosong dalam diam
Namun perlahan
aku belajar bahwa kekosongan
bukan tanda kekurangan
kadang ia ruang
untuk menumbuhkan makna lain
cara lain untuk memberi
cara lain untuk mencintai
Kini aku mencoba
memeluk takdir itu pelan-pelan,
tanpa lagi bertanya
“mengapa aku”
melainkan
“bagaimana aku bisa tetap utuh.”
Aku yang Baru
Saat kenyataan itu tiba
aku sempat merasa runtuh
seperti bangunan rapuh
yang tersentuh angin terlalu kuat
Aku merasa berbeda
tak serupa mereka
dan dunia seakan berputar
tanpa menyisakan ruang untukku
Tapi waktu mengajariku
bahwa menjadi berbeda
bukan akhir dari segalanya
Aku bisa membangun ulang diriku
meski mulai dari serpihan
meski penuh air mata
Hari ini aku berdiri lagi
membawa luka yang tak kasat mata
namun juga keberanian
yang lahir dari sana
Aku bukan kurang
Aku hanya diciptakan
dengan cerita lain
Dan itu pun layak dirayakan

