Puisi-puisi Widya Angraini Ramadhani
BERTARUH
Kepadamu aku bertaruh
Tanpa ragu, kutitipkan rapuh
Kepadamu aku terjatuh
Kau tak tahu
Kau tak pernah ingin tahu
Meninggalkanku dalam ruang bisu
Terjebak praduga semu
Kuakui, kau mahir menutup diri
Dengan rengkuhan ribuan perih
Kau berduri, mawar
Luka infeksi yang sukar ditawar
Meski begitu,
Tak pernah lepas dari genggamku
Tak pernah lenyap dari bayangku
Berkali-kali aku terluka
Namun sembuh ketika kau merona
Toh lukaku tak seberapa
Walau sisanya tak hilang jua
Tetaplah bertumbuh nan berkembang
Jangan patah, karena ku tak akan rela
Jangan mati, karena ku tak akan sudi
PERCAYA
Beberapa waktu berlalu
Namun bayangmu tak lekang dari benakku
Merayap dalam jiwaku
Menggelitik pikirku
Apa kau rasa yang sama?
Atau hanya sepihak rasa?
Untukmu, kusediakan ruang kecewa
Namun kuhidangkan segala kemampuan untuk percaya
Kau menyantap dengan sukacita
Setelahnya, kau taburkan sejumput lara
Dan kini, ku tetap percaya
Dengan serpihan kecewa
Menancap, merobek paksa
Mencoba memutus asa yang kupunya
MENUNGGU
Tidakkah kau ingat?
Katamu kini ku tak lagi sendiri
Katamu tak perlu lagi menyakiti
Katamu tak ada lagi sepi
Entah kau lupa
Atau sengaja
Entah atas dasar apa
Meninggalkanku dalam ribuan kata
Dengan ribuan kelu yang tak terucap sendu
Menjauh mengabur dari pandangku
Kau pergi
Dan aku sendiri, tersisa dari janji
Menunggu di persimpangan
Barangkali kita akan bersinggungan
BERTUMBUH
Bertumbuhlah, mawarku
Kan kujaga kau dari pilu
Kan kugenggam erat dirimu
Meski durimu melukaiku
Berbahagialah selalu
Meski bukan denganku
Meski bahagia masih jauh
Meski kata “kita” bukan milikku
Bertumbuhlah, jangan patah
Kembalilah jika kau terluka
Untukmu, aku ada
I’ll stay here for you

