Puisi-puisi Nihalun Nada
Nihalun Nada berasal dari Sumenep, Madura, dan saat ini menempuh pendidikan di UIN Sunan Ampel Surabaya. Namanya dikenal lewat sejumlah puisi yang kerap menghiasi berbagai media cetak, bahkan beberapa karyanya telah dibukukan. Selain aktif menulis, ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi di lingkungan kampus, di antaranya LPM Arrisalah dan Pusat Studi Konstitusi dan Legislasi (Puskolegis).
Impian Liar
Hembus angin malam
Mengibas lamunan menjelma harapan
Terkadang bintang bersembunyi di balik awan
Dan terangnya menghilang
Desis air gerimis
Seakan berubah instrumen romantis
Padahal kenyataannya miris
Bulan menangis
Tenggelam menjadi kelam
Impian semakin liar
1001 Harapan
1001
1000 terjal 1 cinta
Abadi tanpa sebuah nama
Sejati tanpa peribahasa dan kata
Sehati tanpa alasan
Berjuang demi mempertahankan
2315 detik terakhir
1001 berubah harapan dan impian
Atas semua bentuk perhatian
Masih butuhkah penjelasan?
Cardoba
Cardoba
Di antara mimpi yang belangkin
Di setiap ngarai dalam akal
Tunggulah aku pekan ini
Sembari kumemupuk keringat
Pada dagu langit
Aku menengadah
Berharap doa jangkar di sarang
Di atas ubun-ubunmu
Aku bersumpah
Datang membawa kemenangan
Doa
Semoga kita bisa menghapus apa yang sudah berjejak
Menghempas apa yang menjadi jarak
Kita mulai dengan merampas harapan yang banyak.
Takdir Tuhan Pada Kertas Andalan
Panorama
Beromansa bintang tanpa cahaya
Dilumuri lumuran dosa yang bertahta
Sengketa-sengketa telah pudar bersama asa
Apa yang tuhan rencakan?
Ketika penglihatan dan pendengaran tak sejalan
Hanya kertas sebagai andalan
Padahal kita tau bahwa doa-doa dalam penantian

