Puisi-puisi Muhammad Alfarizi
Penulis: Muhammad Alfarizi adalah seorang penulis yang kerap mengangkat tema-tema besar seputar kehidupan, kegagalan, dan sesekali menyentuh soal percintaan dalam karya-karyanya. Gaya tulisannya reflektif, penuh perenungan, dan sering kali menggugah kesadaran pembaca tentang hal-hal yang tak terlihat di balik keseharian. Temui karya-karyanya di Instagram: @muhammadallfariziii
Amarah Seorang Hamba.
aku marah pada waktu yang enggan berpihak ke langit yang menggantung tanpa janji.
aku marah hingga aku seret mentari ke liang sepi karna kau tak juga datang membawa terang yang dijanjikan pagi.
dunia ku bakar dengan tatap
diatas dendam yang kupahat sendiri.
aku marah dan dalam marahku, aku hidup seribu kali lebih keras dari mati.
Angan Angan.
Aku punya banyak ingin yang belum mampu kuundang kedalam hidup.
Masih jadi mimpi – mimpi yang mudah sekali di patahkan oleh perkataan.
Aku punya banyak harap yang masih terbentuk di kepala, belum kuat dijadikan nyata.
Aku punya angan yang masih disimpan, entah kapan bisa diwujudkan.
Alfarizi,2025.
Runtuh.
Terbangun diantara sepi
Kata kata seperti yang dikatakan para penyair dikala runtuh tiba
Mereka bilang syukuri saja.
Perihal waktu aku sendiri disini meratapi
Tak mengapa rasa ini tumbuh dengan sendirinya
Dan lagi lagi mereka bilang “syukuri saja”
Beruntungnya aku telah ditimpa sedari kecil oleh seorang satpol pp itu
Gumamku.
Kulihat raut wajah ibu sore itu, pikirku rasanya ingin sekali aku kembali ke masalalu dan memperbaiki masalah yang ada hari ini.

