Puisi-Puisi Yanuar Abdillah Setiadi
Yanuar Abdillah Setiadi lahir di Purbalingga, Januari 2001, dan bermukim di Desa Timbang, Kejobong, Purbalingga. Ia mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, alumnus Pendidikan Bahasa Arab, serta penulis buku Mengaji Pada Alif (2023) dan Melihat Lebih Dekat (2024). Karyanya hadir di berbagai media dan ia merupakan nominator Terminal Award Mojok.co Yogyakarta 2023.
Pendidikan di Negeri Dongeng
Kami tidak pernah punya
kurikulum yang baku.
Kurikulum hanya selembar
daun yang ditiup angin kekuasaan
lalu berhamburan jatuh
dan akan diganti
oleh tunas daun yang baru.
Entah lebih baik atau tidak,
yang penting baru.
Purbalingga, 2025
Kurikulum
Adalah jalan agar kita sampai
Lantas, kenapa setiap hendak sampai,
justru jalan kami dipotong oleh rezim?
Anak didik kami seperti pelancong
Berjalan di padang sahara
Mencari tujuan semu
Tujuan yang bisa diubah sekehendak waktu
Kenapa tidak percaya diri
dengan identitas dalam diri
Silau pada kebudayaan barat
padahal mereka hanya ahlu siasat
Selalu percaya bahwa mentari itu
terbit dari negeri timur.
Jika kita berkiblat ilmu pada barat
sama saja berharap lekas kiamat.
Purbalingga, 2025
Media Sosial
Sering menjelma
sampah digital
yang memenuhi
ruang di otak manusia.
Dan, kita melihat
betapa banyaknya
tempat pembuangan
sampah digital
berjalan.
Purbalingga, 2025
Anak-Anak
dirampas oleh konten
Tiktok dan Instagram
dari orang tua mereka
dan tidak tau
kapan jiwa mereka
akan kembali.
Purbalingga, 2025
Di Sekolah
Saya melihat mata kantuk
anak-anak yang
tersengat candu game
online di ponselnya.
Ia akan siuman
saat bapak guru
yang tabah membagikan
nampan makan
bergizi gratis.
Purbalingga, 2025

