Puisi-puisi Ilham
Surat cinta untuk anak-ku
Ayo anak-ku, silahkan pilih
Merangkak lah engkau dengan tampa pamrih
Lindas semua lembar jerih dengan label payah anugerah ilahi
Ayo anak-ku tunjukan ego-mu
Kan kurawat dan siram selalu dengan bisikkan selembut, sebersih, sehalus pidato pendahulu
Ayo anak-ku gapai cita-mu
Yang kau inginkan, yang kau dambakan, yang benar sebenar-benarnya keinginan mu pada lajur kereta komandan-mu
Ayo anak-ku, apalagi mau mu?
Jangan takut, Jangan ragu, apalagi malu-malu, karena kuasa ini murni dariku, meski tak bersih tercuci, tersisa tirani besi dari masa lalu, yang menurut ku darah mereka tak terlalu penting dibanding mewah mu.
Ayo anak-ku teriakan slogan mu
Yang tak setuju, yang tak sepaham, itu sudah pasti musuh-mu.
Ayo anak-ku hentakan tongkat mu
Yang tak diam, yang tak nurut, yang tetap melawan meski di titik nol penghabisan, sudah pasti harus kau singkirkan.
Ayo anak-anak ku, jangan malu-malu.
6-9- 2025
Pesan kasih atas penguasa
Jangan tindas aku dengan kuasa
Karena tak ada simfoni bejat yang meneriakkan kata bangun pemuda
Jangan pimpin aku dengan getar mangsa
Sebab takut kan lekang habis oleh titik derita
Jangan injak aku dengan serdadu muda
Seraya menggeliat pelupa muka yang di murka identik dengan yang ada di rumah
Jangan kangkangi aku dengan titipan manja
Tampang busuk nya tercium dari titik terjauh gas air massa
Jangan kekang aku dalam jeruji sedih lara
Karena selama bisa bernafas, api ku kan terjaga.
15-09-2025
Mending Mati
Mati , aku mati
Mending mati daripada mendengarkan celoteh buluk mu
Mati, aku mati
Mending mati daripada menjilati koreng mu
Mati, aku mati
Mending mati daripada di tusbol janji kotor mu
Mati, aku mati
Mending mati daripada jadi perisai alat ibadah mu
25-01-2024

