Skripsi Itu Bukan Karya Ilmiah, Tapi Semacam Drama Kolosal Eksistensial
Penyusunan tugas akhir atau skripsi dalam ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia sering kali disalahpahami sebagai sekadar aktivitas akademik formal yang menguji kemampuan metodologis dan literasi ilmiah seorang mahasiswa. Namun, jika ditelaah melalui lensa sosiopsikologis dan dinamika interpersonal, skripsi lebih tepat didefinisikan sebagai sebuah panggung drama kolosal yang sarat dengan ketegangan eksistensial, konflik kekuasaan, dan pergulatan […]
Ketika Kebenaran Hanya Mitos yang Kita Percaya
T.H. Hari Sucahyo adalah alumnus fakultas Psikologi Unika Soegijpranata Semarang. Meminati permasalahan sosial, Humaniora dan saat ini bergiat di Cross-Diciplinary Discussion Group “Sapientiae”.
Fenomena Hipdut: dari TikTok ke Kehidupan Sehari-hari
Dellina Putri Kurnia lahir di Banyumas, 2 November 2006, dan saat ini menempuh pendidikan di Universitas Prof. K. H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Program Studi Tadris Bahasa Inggris. Anak pertama dari dua bersaudara ini dikenal ceria, aktif, serta memiliki semangat tinggi meski tumbuh di lingkungan pedesaan. Ia gemar menyanyi dan mendengarkan musik, serta dapat dijumpai di […]
Puisi-Puisi Aula Zaki
Aula Zaky, paling males kalau disuruh buat bionarasi. Beliau lagi suka hal-hal berbau absurditas, seperti membeli bensin tapi ga bawa uang, makan nasi pakai astor coklat, atau peduli terhadap ekosistem yang harus kembali seperti awal.
Kudus: Dilema di Persimpangan Sejarah dan Algoritma
Eva Octaviyana adalah mahasiswi Universitas Sebelas Maret yang memiliki ketertarikan kuat pada sains sejak sekolah dasar. Ia berpengalaman mengikuti berbagai kompetisi akademik dan organisasi, serta terbiasa menghadapi tantangan dengan semangat pantang menyerah. Eva bercita-cita berkontribusi dalam bidang pendidikan dan riset, khususnya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Ketika Standar Sosial Membunuh Pelan-Pelan: Ale adalah Kita
Khairul Ni’mah yang akhir-akhir ini, ia dihantui oleh beribu kata yang menumpuk di kepala, sehingga memutuskan untuk kembali belajar meramu kata-kata ini. Selain itu, ia juga disibukkan dengan beberapa peran yang harus dijalani sebagai wanita pilihan Tuhan. Hehe.
Puisi-Puisi E.M Yogisawara
EM Yogiswara, sastrawan dan pendidik asal Jambi, adalah pendiri Teater Art in Revolt (AiR) dan aktif menulis puisi, naskah drama, serta mengkurasi karya sastra di tingkat lokal dan nasional. Sebagai redaktur Jambi Ekspres dan dosen Universitas Jambi, ia konsisten membina generasi muda melalui pengajaran, penyutradaraan teater, dan workshop sastra.
Puisi-Puisi Ahmad Norhudlari
Ahmad Norhudlari, lahir di Hulu Sungai Selatan. Alumnus UIN Antasari Banjarmasin. Aktif menulis puisi dan desain grafis di media online. Puisi-puisinya bisa dibaca di norhudlari.blogspot.com maupun di akun Instagram @nor_hudlari
Ketika Cewek-Cewek Komentar Liar di TikTok—Harusnya Kita Mulai Malu, Girls
Syifa Raya Rahmandhani berdomisili di Surakarta. Ia menyalurkan perasaan dan pengalaman hidupnya melalui coretan-coretan sederhana yang lahir dari keseharian.TikTok: @syifa_rya
