Puisi-puisi Dimas Sanjaya

Algoritm Bahkan, belum sempat lagi sebait puisi kutuliskan untukmu, namun kau sudah tinggalkan kopi hangat yang baru kuseduh malam itu. Barangkali cerita-cerita kita di sore itu ialah pelampiasan dari siang bolong yang membakar masa depan anak-anak tunawisma di lampu merah dan kemudian sekonyong hujan terbirit-birit melanda kota kita. Barangkali musim kemarau kali ini tak selalu […]