Puisi-puisi Fikri Ghazali
Kursi berkaki tiga Lihatkan kursi itu, Warnanya kusam, catnya mengelupas, dan Kreot-kreot saat ditempa angin malam. Kata temanku, kakinya yang satu tanggal, Karena terkena bola yang terpental, Yang ditendang striker berwajah tampan. Sambil berkeringat dan mulai menghitam, karena dihantam berjam-jam, matahari di bulan juli, dia mulai lengkapi semua, yang kata orang janggal. Biar bisa sejajar […]
