Puisi-puisi Hawa Lia
Sepatu TuaSepasang sepatu tua di sudut rumah,Solnya tipis, warnanya pudar berdebu,Sekalipun ia tak pernah mengeluh meski menapak,Jalan berlumpur dan lubang kepahitan. Kami lah sepatu tua itu—Dibuat untuk menuntun jalan kalian yang jauh,Namun tak pernah menginjak karpet istana,Hanya trotoar retak oleh rencana yang patah. Kalian, yang sepatutnya selalu licin mengkilap,Langkah kalian ringan dari rapat ke rapat,Tanpa kalian tahu […]
