NANTI, SAAT ANGGI TIDAK MENCINTAIKU LAGI.
“Cium aku sekali lagi.” Aw, dialog itu pasti menggambarkan reka adegan yang kedengaran indah. Kelihatan indah. Kami saling menatap seolah pernah saling mencintai. Yang kemudian lampu-lampu redup, dan aku meninggalkan studio untuk merokok. Membawa abu rokok beterbangan di gang-gang menuju supermarket. Tak lama kemudian, Andre, si sutradara menyusul. Dia duduk di kursi yang berseberangan denganku. […]
