MANUSIA IDAMAN TANAH
MANUSIA IDAMAN TANAH
“SASTRA TUBUH & TUBUH SASTRA”
4 & 5 Maret 2022
Gedung Teater Arena Taman Budaya Jambi
SASTRA TUBUH
Sajak EM Yogiswara
Sastra Tubuh. Tubuh Sastra
Tubuh-tubuh yang membentuk sastra
Sastra yang mengalirkan tubuh-tubuh
Sastra tubuh yang mengisahkan hidup
atas peristiwa tubuh sastra
Dalam hidupku, ada lembaran tubuh sastra
yang terkoyak sastra tubuh
Teater AiR Jambi, 14092021
Sajak SASTRA TUBUH ini, setidaknya menginspirasi imajinasi untuk melebarkan penanda sastra dan tubuh. Sastra lebih menekankan di wilayah tanda, juga tubuh. Tubuh sejatinya ladang subur lahirnya teoritis. Sastra dan Tubuh tidak terpisah, juga tidak bertentangan.
Tersadari atau tidak, sastra dan tubuh memiliki ritual jiwa yang bersifat permanen. Sastra dan tubuh masing-masing memiliki keunggulan. Tubuh melahirkan sastra. Sastra juga melahirkan ritual tubuh. Karenanya, sastra tubuh, dan tubuh sastra harus dirawat, akan sastra dan tubuh tak berjalan sendiri-sendiri.
Secara umum, tubuh merupakan simbol keindahan, maka filsafat Descartes lebih menekankan analogi tubuh sebagai mesin. “Aku menyadari diriku sendiri pertama-tama karena ia memiliki wajah, lengan, tangan, dan mesin yang dibuat dari daging dan tulang, seperti seonggok mayat yang saya sebut dengan tubuh”, ucap Descartes.
Sastra juga memiliki simbol keindahan yang kelak diterapkan dalam kehidupan. Bahasa dan tanda yang diyakni menjadi cerminan dari masyarakatnya. Karenanya, sastra memiliki makna simbolis yang perlu di- ungkap oleh tubuh. Media tubuh adalah bahasa, pun sastra yang yang bermedia bahasa. Sastra dan tubuh digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sadar atau atau tidak.
Manusia memiliki kebebasan menggunakan dan memilih bahasa tubuh dan bahasa sastra, tanpa harus mempertimbangkan kehendak dari luar dirinya. Kebebasannya inilah yang menyebabkan manusia mampu memberikan pandangan dan gagasannya secara leluasa tanpa harus merasa khawatir terhadap tataan bahasa tubuh dan bahasa sastra yang kelak akan digunakannya.
Bertolak dari padangan sederhana itu, sastra tubuh, dan tubuh sastra menjadi alih media yang dirasa pantas untuk dipentaskan. Pementasan alih media, diharapkan lahir interpretasi makna yang sangat berbeda. Pendekatan tanda dari sastra dan tubuh merupakan pendekatan tersendiri dalam pementasan oleh Yayasan Teater AiR Jambi dengan tajuk Manusia Idaman Tanah.
Diyakni, tanda-tanda dalam pementaan sastra tubuh dan tubuh sastra, mempunyai banyak interpretasi makna dan memiliki pluralitas makna yang luas tergantung, kepada manusia ketika memberi penilaian terhadap sastra dan tubuh. Sastra dan Tubuh sebagai bagian spiritualitas, diharapkan mendapatkan momentum yang luar biasa. Karena, Sastra dan Tubuh sering menjadi dimensi individual dalam diri sendiri dan masyarakat literasi, maka dalam pementasan Manusia Idaman Tanah, kedua menjadi lebur. Semoga.
